Selasa, 27 Agustus 2013

Dollar Terangkat Laporan Keyakinan Konsumen

Pada pergerakan forex dini hari ini ( 28/06 ), Dollar AS secara umum menunjukkan pergerakan naik tipis terhadap beberapa mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 81.11 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah naik sekitar 4 pips atau sekitar 0.05 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 81.15.

Sentimen positif terhadap Dollar AS nampak rebound menguat terkait dengan laporan dari The Conference Board Inc. (AS) kepada publik bahwa terdapat sinyal positif pada sektor konsumsi di Amerika Serikat.

Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator fundamental CB Consumer Confidence yang menguat ke angka 81.5 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 81.0. Adanya kenaikan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan turun ke angka 79.6. Mata uang Dollar AS terpantau bergerak positif merespon perkembangan tersebut.

Analis Research dari mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar bahwa range normal indeks Dollar AS pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 80.94 dan level resistance pada kisaran 81.42.

Senin, 26 Agustus 2013

Rupiah dekati level 11.500 per dollar AS

Pergerakan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) masih rentan koreksi. Pasangan USD/IDR, Jumat (23/8), menguat 1,68% menjadi 11.058 dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Dollar AS di kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,49% menjadi 10.848.

David Sumual, ekonom Bank Central Asia (BCA) mengatakan, potensi penguatan rupiah masih sulit diprediksi karena volatilitas harga masih tinggi setelah rencana pemangkasan stimulus moneter di negeri Uwak Sam kian jelas. "Jika data ekonomi di Amerika positif, maka tekanan terhadap rupiah bakal semakin tinggi," ujar David.

Menurut Rully Arya Wisnubroto, analis Pasar Uang Bank Mandiri, pelambatan ekonomi di emerging market, membuat rupiah kehilangan pegangan. Rupiah masih ada kemungkinan melemah, karena kondisi ekonomi global belum ada kepastian. Meskipun begitu, paket kebijakan moneter yang dirilis pemerintah dan BI berpotensi membuat pergerakan rupiah lebih stabil.

Rully memperkirakan, hari ini, rupiah akan bergerak di kisaran level 10.900-11.000 per dollar AS. Sementara, proyeksi David, rupiah, hari ini, bergerak di kisaran 10.800-11.300.

Mengenal The Fed Dan FOMC

Bagi pelaku pasar forex, kata ‘The Fed’ tentu sudah tidak asing lagi. Hampir semua tahu bahwa The Fed adalah singkatan dari The Federal Reserve System, bank sentral Amerika Serikat, yang sangat berperan penting dalam menentukan arah perekonomian AS dan juga mata uang US dollar. Artikel ini akan mengulas secara singkat tentang apa saja yang sebenarnya dikerjakan The Fed hingga keputusannya bisa sangat berdampak pada pasar forex, bagaimana cara kerjanya, dan apa peran Federal Open Market Committee (FOMC) yang adalah bagian dari The Fed.


Sekilas tentang The Fed


The Federal Reserve System atau The Fed yang berbasis di Washington D.C. ini didirikan oleh kongres AS pada 23 Desember 1913. Institusi ini adalah ‘penjaga gawang’ ekonomi AS dan merupakan bagian dari pemerintahan federal. Sebagai bank sentral The Fed mengatur semua institusi keauangan di AS. The Fed merupakan jaringan (network) yang terdiri dari 12 Federal Reserve Bank beserta cabang-cabangnya. Secara keseluruhan mereka diawasi oleh dewan gubernur The Fed.

Selain berfungsi sebagai bank sentral, The Fed juga melakukan riset dan studi mengenai trend perekonomian AS untuk menunjang dalam membuat keputusan kebijakan moneter yang tepat. The Fed adalah institusi yang independen, artinya bisa membuat keputusan sendiri tanpa persetujuan pemerintah. Namun kongres bisa mempertanyakan keputusannya jika dinilai kurang tepat, dan kepala The Fed secara teratur melakukan testimoni di depan senat. Kepala The Fed dicalonkan oleh presiden dan harus memperoleh persetujuan dari senat. Secara teoritis, The Fed harus bebas dari tekanan politik.

Apa saja yang dikerjakan The Fed ?

Tugas utama The Fed adalah mengupayakan tingkat pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target, tingkat pengangguran yang rendah, mengatur tingkat inflasi dan kestabilan harga untuk menjaga daya beli (purchasing power) US dollar, serta menentukan tingkat suku bunga yang paling pas untuk menunjang berjalannya roda ekonomi. Sebagai bank sentral The Fed juga mengawasi kesehatan bank-bank komersial baik dalam menampung dana nasabah maupun dalam menyalurkan kredit.

The Fed juga berperan penting dalam clearing check, memproses pembayaran yang dilakukan secara elektronik, menyalurkan uang kertas dan koin ke bank-bank dan institusi keuangan, serta mengawasi transaksi antar bank. Riset dan studi The Fed mengenai kondisi ekonomi secara keseluruhan maupun regional dipublikasikan melalui artikel, seminar, website, maupun pidato para petingginya. Distribusi informasi ini adalah juga tugas The Fed.

Dua publikasi penting The Fed yang selalu diperhatikan oleh pelaku pasar adalah:

1. Beige Book

Dinamakan demikian karena sampul bendel laporan tersebut berwarna kecoklatan. Laporan analisa ini dipublikasikan 8 kali setahun, yang didasarkan pada hasil wawancara terhadap para ekonom, analis, pebisnis dan direktur bank pada beberapa negara bagian, dan lebih menonjolkan kondisi perekonomian regional.

2. Fed Minutes

Laporan ini mengungkapkan pandangan para anggota FOMC pada saat meeting. Sering kali memuat perbedaan detail antar anggota beserta alasannya masing-masing yang diakhiri dengan voting. Perbedaan hasil voting yang menyolok akan sangat berdampak pada pergerakan USD. Fed Minutes yang juga dirilis 8 kali per tahun ini sangat diperhatikan para pelaku pasar uang dan pasar modal.

Cara Mendaftar


Kemudian anda bisa transfer dana ke bank bank berikut
1. Bank mandiri, no Rek 1360005028706 ,
2. Bank  BCA no rek 0095443201,
3. Fasapay no rek FP71279

konfirmasikan lewat YM, Email atau SMS ke 085742505097 .
Dengan demikian Pendaftaran selesai dan kami akan kirimkan draft Surat perjanjiannya kerjasama sesuai ketentuan ke email anda.

Jumat, 23 Agustus 2013

Goldman pangkas valas emerging, rupiah terbenam

Goldman Sachs memangkas prediksi nilai mata uang Asia. Dalam hasil risetnya yang dirilis hari ini (23/8), bank investasi asal AS ini menurunkan prediksi untuk target 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan ke depan atas ringgit Malaysia, baht Thailand, dan rupiah Indonesia.

Ketiga mata uang tersebut, bersama-sama dengan mata uang lainnya di emerging market, telah mengalami tekanan hebat beberapa waktu terakhir akibat isu penurunan nilai stimulus AS.

Menurut Goldman, rupiah akan menjadi mata uang emerging yang terpukul paling dalam akibat hengkangnya dana asing dari negara tersebut.

Goldman sendiri memprediksi rupiah akan melemah ke posisi 11.800 per dollar AS pada tahun depan. Padahal, target sebelumnya, Goldman memprediksikan rupiah di level 10.500. Prediksi revisi tersebut melemah 9% dari level saat ini yaitu 10.830.

"Secara umum, tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut untuk jangka pendek jika tingkat inflasi terus menanjak dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi jika ditambah prospek pemangkasan stimulus oleh the Fed," jelas Goldman.

Catatan saja, tingkat inflasi tahunan Indonesia melonjak menjadi 8,61% pada Juli.
Sebagai respon, Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin tahun ini menjadi 6,5%. Namun, langkah ini tak berpengaruh banyak terhadap pelemahan rupiah.

Goldman meramal, BI akan kembali menaikkan suku bunga pada September sebagai upaya untuk mencegah pelemahan rupiah lebih dalam. Namun, langkah ini juga dirasa belum cukup.

Sementara itu, Goldman memprediksi ringgit Malaysia akan melemah menjadi 3,4 per dollar AS dalam tiga bulan ke depan. Angka tersebut lebih rendah 3% dari level sekarang dan lebih rendah dari prediksi sebelumnya yakni 3,2%.
Sedangkan prediksi terbaru untuk baht Thailand adalah 32 per dollar, lebih rendah 4% dari posisi prediksi sebelumnya.

Dollar Terpukul Oleh Data Perumahan AS

Dollar AS terlempar dari level puncak 3-pekan terhadap Yen pasca penurunan tajam data perumahan AS menimbulkan keraguan tentang pengurangan program stimulus Federal Reserve pada bulan depan.

Penjualan rumah baru di AS anjlok 13,4% pada bulan Juli ke level terendah 9-bulan, seiring kenaikan suku bunga KPR. Namun investor terlihat masih lebih menyukai Dollar dibandingkan Yen, terutama dengan selisih yield antara Treasury 2-tahun AS dan obligasi Jepang melebar ke level terbesar sejak Maret 2012.

"Data perumahan itu membuka kemungkinan bahwa tapering akan dimulai lebih lambat dari perkiraan, mungkin di bawah kursi kepemimpinan Fed yang baru," kata Douglas Borthwick, direktur manajer pada Chapdelaine Foreign Exchange di New York. (vid)

Kamis, 22 Agustus 2013

Kontak Kami

Ekonomi AS Membaik, Dollar Terus menguat

Para ekonom, bankir dan investor mengatakan bahwa Juni lalu mereka pernah membayangkan sekilas akan keadaan Asia, ketika pasar regional agak goyah oleh kesan yang disampaikan ketua Badan Cadangan Federal AS (The Fed) Ben Bernanke bahwa bank sentral negara ekonomi terbesar di dunia itu kemungkinan akan mulai mengurangi QE-nya.

Sementara Dollar menguat terhadap sebagian besar mata uang utama menjelang data perumahan dan tenaga kerja yang mungkin akan mensinyalkan keberlanjutan pemulihan di AS, menguatkan peluang pemangkasan stimulus oleh bank sentral.

Indeks dollar menyentuh level tertinggi dalam 2 pekan setelah mintes pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Juli menunjukkan bahwa sebagian besar anggota “nyaman” dengan rencana gubenur Ben S. Bernanke unutk memulai pemangkasan pembelian obligasi tahun ini.

Perekonomian AS perlahan menguat dan tapering akan terjadi terlepas dari kapan waktunya, sehingga kedua hal ini mendukung dollar untuk terus menguat.

Membaiknya perekonomian Amerika Serikat menyebabkan dolarnya banyak yang kembali lagi ke negaranya, setelah pada saat krisis mencari imbalan ke negara-negara lain.

Plan Investasi Bagi Hasil

Merupakan jenis investasi  Pasar Uang yang bertujuan untuk memperoleh tingkat pendapatan yang bersaing dengan tetap mempertahankan nilai modal investasi dan menjaga kestabilan likuiditas. Investasi Bagi Hasil Rejekitradingforex akan berinvestasi 100% pada Instrumen Pasar Uang

Investasi Bagi Hasil Rejekitradingforex ini menawarkan potensi tingkat pengembalian yang lebih baik daripada deposito berjangka ataupun reksadana anda dengan penekanan pada stabilitas modal dan tetap melindungi dana dari resiko kebangkrutan.
Plan Investasi Yang kami tawarkan adalah sebagai berikut :
1. Besaran investasi
    Rasio Bagi Hasil
    masa Kontrak
: Rp 250.000 sampai dengan 5 jt
: 40% trader : 60% Investor
: 6 bulan, modal dikembalikan

2. Besaran investasi
    Rasio Bagi Hasil
    masa Kontrak

: Rp 5,1jt sampai dengan  25 jt
: 30 % Trader : 70% Investor
: 6 bulan, modal dikembalikan

3. Besaran investasi
    Rasio Bagi Hasil
    masa Kontrak

: 25 jt sampai dengan 50 jt
: 25 % Trader : 75% Investor
: 6 bulan, modal dikembalikan

4. Besaran investasi
    Rasio Bagi Hasil
    masa Kontrak

: lebih dari 50 jt
: 20 % Trader : 80% Investor
: 6 bulan, modal dikembalikan

Rasio bagi hasil dihitungan dari net profit bukan dari modal investor. Hasil Trading setiap hari akan diupdate dan ditulis di web ini. Jika memang anda mempunyai dana yang ingin diinvestasikan, atau sebagai strategi deversifikasi dana anda, percayakan pada kami untuk mengelola dana anda dan anda bisa menikmati pasif income dari dana anda.

Sebagai bukti keseriusan kerjasama ini silakan mengisi form pendaftaran dan surat perjanjian dengan alamat lengkap dan bukti diri pengelola akan kami kirim ke alamat anda

Jika memang ada yang belum jelas bisa hubungi kami di

Phone  : 085742505097
Email   : rejekitradingforex@gmail.com
YM       : rifqy.cahyaputra














Rabu, 21 Agustus 2013

Denyut Forex Hari Ini: Dolar AS Rebound!


Gubernur BoJ Kuroda mengatakan dia tidak akan ragu-ragu untuk melakukan pelonggaran jika ekonomi melambat, menurut Mainichi Shimbun, suratkabar harian Jepang.

Pada perdagangan hari ini nilai tukar yen Jepang terhadap rival utamanya yaitu dollar AS tampak mengalami pelemahan (21/08). Hari ini yen melemah menjelang rilis data catatan rapat the Fed. Para investor menanti sinyal kebijakan moneter selanjutnya di Amerika Serikat.

Para pelaku pasar masih menantikan rilis catatan rapat The Fed. Dalam catatan tersebut diperkirakan akan terungkap detail mengenai kapan Fed akan mengurangi stimulus bulanan sebsar 85 miliiar dollar.

Kenaikan dollar terhadap yen hari ini tampaknya disebabkan oleh kecenderungan menguat dollar terhadap mata uang-mata uang di kawasan Asia. Dollar menunjukkan keperkasaannya di Asia dan Pasifik setelah adanya kekhawatiran bahwa penarikan stimulus Fed akan menyebabkan aliran modal keluar dari negara-negara emerging Asia.

Hari ini yen Jepang bergerak melemah ke level 97.48 per dollar AS. Posisi yen tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada pada posisi 97.27 per dollar AS. Kemarin yen bahkan sempat menguat ke level 96.91 per dollar yang merupakan level tertinggi sejak tanggal 13 Agustus lalu.

Penawaran Investasi Bagi Hasil

RejekiTradingForex.com adalah bisnis investasi yang sangat menguntungkan, dari perdagangan valuta asing, emas, dengan didukung risk managemanet yang baik. Dana yang Anda tanamkan di RejekiTradingForex.com digunakan untuk proses operasional bisnis kami yang kemudian keuntungannya akan kami bagikan tiap akhir pekan kepada anda sebagai salah satu penanam modal .

Tim kami melakukan proses trading dana dengan baik, tim keuangan kami memantau dan mengorganisir antara pemasukan dan pengeluaran uang dengan secara seksama dan tim analisis kami akan terus memantau pergerakan pasar sehingga mampu mengambil kesempatan baik dalam kondisi bullish ataupun bearish market.

Jumlah dana yang anda investasikan di RejekiTradingForex.com tidak harus besar, nilai investasi yang bisa anda pilih dimulai dari Rp. 250,000,- dan Tanpa Batasan maksimal . Sehingga siapapun anda, anda bisa ikut serta dalam tim kami untuk memajukan bisnis yang kami jalani dan ikut merasakan keuntungan yang kami dapatkan dari bisnis ini

Proses investasi dan pembayaran profit kami lakukan melalui Bank BCA, BNI, Mandiri Fasapay dan ATM Bersama. dengan minimal withdraw hanya Rp. 10,000,-

Mari Bergabung Bersama kami dan Nikmati bagi hasil tiap akhir pekan dari usaha kami

FOMC Minutes Pulihkan Dollar

Dollar AS rebound terhadap semua mata uang utama pasca minutes rapat Federal Reserve bulan Juli mengindikasikan jika bank sentral AS masih berada di jalur menuju pengurangan pembelian aset bulan depan. Para anggota FOMC juga mengakui bahwa tingkat pengangguran telah menurun jauh sejak QE3 dimulai. Untuk selanjutnya, data Non Farm Payrolls bulan Agustus yang dijadwalkan rilis 6 September mendatang akan menjadi fokus investor dan pembuat kebijakan untuk menentukan apakah perbaikan di pasar tenaga kerja sudah cukup untuk mendukung tapering.

"Minutes bulan Juli menunjukkan Fed tidak ingin merubah apa yang telah mereka sinyalkan dalam pertemuan FOMC bulan Juni dan pernyataan semi-tahunan, serta tidak ingin merubah ekspektasi pasar," kata Alan Ruskin, kepala strategi forex pada Deutsche Bank di New York. (vid)