Selasa, 24 September 2013

Indeks Dollar AS Menguat Ditengah Sentimen Risk Aversion

Mata uang Dollar AS berusaha meraih kestabilan paska tertekan cukup dalam akibat kejutan hasil FOMC Meeting yang memutuskan untuk memperpanjang stimulus.

Penguatan Dollar AS sendiri terjadinya akibat meningkatnya permintaan akhir bulan disertai sentimen risk aversion para investor menjelang debat anggaran fiskal AS yang ditakutkan memicu penutupan pemerintah AS jika plafon utang tidak segera dinaikkan sebelum deadline.

Selanjutnya data ekonomi AS turut menjadi kunci terhadap spekulasi reduksi stimulus The Fed, namun di jangka pendek sentimen pengalihan resiko masih dominan di antara para pelaku pasar khususnya menjelang tenggat waktu plafon utang yang semakin dekat.

Terpantau sejauh ini indeks Dollar AS menguat 0.14% di level 80.69, setelah meraih titik tertinggi intraday di 80.74 dan level terendah hariannya di 80.52.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar